Kondisi Peristiwa dan Budaya di Perkembangan Dunia

Tiap-tiap kelas Humaniora berharap pelajar qqslot sanggup mempelajari kreasi seni visual, musik, sastra, filsafat, agama, atau seni pementasan dan meningkatkan kekuatan untuk mengerti bagaimana hal demikian sesuai sama era sejarahnya. Ini ialah standard perguruan tinggi, Kami menyebutkan standard ini selaku Kondisi Peristiwa dan Budaya. Apa Pengertian Kondisi Peristiwa dan Budaya? Apakah itu kondisi peristiwa dan budaya?

Kondisi, dalam diagnosis humaniora, merujuk pada beberapa faktor yang melingkupi sebuah kreasi seni atau sastra tapi tidak bisa dikatakan secara eksplisit. Info background ini memberitahukan pengetahuan kita yang lebih dalam mengenai tugas yang diartikan dan memungkinnya kita untuk mempelajari, bukan merangkum, apa yang tengah kita studi. Penting untuk mengerti apa yang dihadapi aktris pada jamannya dan bereaksi atau bereaksi padanya.
Pertanyaan kondisi yang kemungkinan untuk ditanya.

Kejadian peristiwa penting apa yang berlangsung di waktu kreasi itu dibentuk?
Contoh: Bagaimana Revolusi Prancis mempengaruhi lukisan Jacques Louis David?
Contoh: Bagaimana Dadaisme adalah reaksi kepada Perang Dunia I?
Contoh: Bagaimana penemuan AIDS mempengaruhi teater dan film di masa ke-20?

Penemuan ilmiah atau pembaruan tehnologi apa yang kemungkinan mempengaruhi seniman?
Contoh: Bagaimana penemuan mesin bikin di Eropa mempengaruhi penebaran agama, inspirasi, dan seni?
Contoh: Bagaimana teori Freud mengenai ketidaksadaran dan mimpi mempengaruhi lukisan Salvador Dali?

Apa efek artistik yang lain pada kreasi itu?
Contoh: Bagaimana Picasso dikontrol oleh lukisan Cezanne?
Contoh: Apa pertalian di antara musik Ragtime, Jazz, Blues, Gospel, Country, dan Rock and Roll?

Apa inspirasi filosofis waktu itu?
Contoh: Bagaimana musik Baroque adalah produk dari Age of Reason?
Contoh: Bagaimana Matriks menggambarkan Teori Post Kekinian?

Apa efek budaya?
Contoh: Apa seniman itu hidup dalam penduduk yang individualistis atau kolektivistik?
Contoh: Bagaimana wanita dipandang dalam budaya yang menciptakan kreasi?
Siapa audience tujuan?
Contoh: Apa kreasi ini memiliki sifat personal, untuk massa, atau untuk seniman lain?
Contoh: Apa kreasi adalah alat propaganda?

Apa aktris dideteksi dengan pergerakan, sekolah, atau “-isme” tersendiri?
Contoh: Transcendentalism, Romanticism, Existentialism, Neo-Classicism, Surealism, Anti-art, Rococo, High Renaissance, dan lain-lain.?

Apa arah awal mula dari kreasi itu?
Contoh: Apa kreasi itu didesain untuk memberitahukan, mendidik, melipur, mengagetkan, atau fungsional?

Ikhtisar panjang rinci plot

Walaupun ikhtisar plot dengan jumlah KECIL kemungkinan berfaedah untuk maksud penulisan makalah, hal demikian tidak bisa Anda untuk memperlihatkan penilaian atau diagnosis krisis, dan jangan jadi sisi paling besar dari tulisan Anda. Bila Anda merasa kondisi selaku UNSAID, pikir ikhtisar selaku apa yang JELAS udah disebutkan, dan tak usah diulang-ulang.

Info biografis atau background yang tidak sama
Contoh: Sewaktu mengupas efek banyak ide Freud pada seni Dali, tak usah masukkan info mengenai keluarga Freud, zaman kecil Dali, geografi Eropa, dan lain-lain.

“Kondisi” personal Anda

Kadang-kadang profesor Anda kemungkinan memohon Anda untuk menulis refleksi personal yang menimbang kondisi Anda sendiri. Akan tetapi, terkecuali bila Anda secara eksklusif disuruh untuk melaksanakan kebalikannya, makalah akademis umumnya bukan tempat untuk membicarakan pengalaman personal Anda, apa Anda “menyenangi” tugas itu atau mungkin tidak, atau persoalan yang kemungkinan Anda rasakan waktu menulis makalah.

Peristiwa seni tidak cuma terbagi dalam daftar seluruh pergerakan seni dan meletakkannya pada garis waktu. Ini ialah study mengenai object seni yang diperhitungkan dalam era waktunya. Sejarawan seni mempelajari pengertian seni visual (lukisan, patung, arsitektur) di waktu dicetak. Pula, visi peristiwa seni yang lain ialah menentukan asal mulanya kreasi seni, yakni mendapati siapakah yang membuat kreasi seni tersendiri, kapan, kapan dan untuk argumen apa.

Ikonografi ialah sisi penting dari peristiwa seni. Ini terdiri dari mempelajari simbolisme kreasi seni. Misalkan, sejarawan seni menganalisis unsur visual lukisan dan mengartikan pengertiannya. Sejarawan seni tertarik dari sesuatu yang diwakilkan oleh kreasi seni di waktu kreasi itu dicetak. Ini ialah metode untuk belajar mengenai peradaban zaman waktu lalu.